MASIGNASUKAv101
6659691418091638551

Pengalaman Flow Akan Tingkatkan Kinerjamu di Tempat Kerja

Pengalaman Flow Akan Tingkatkan Kinerjamu di Tempat Kerja
Add Comments
01/10/19

Perilaku positif organisasi mulai menjadi perhatian bagi pengembangan sumber daya manusia di perusahaan. Perilaku positif muncul dari pengalaman positif yang sering dirasakan karyawan. Salah satu pengalaman positif yang dapat ditemui ketika karyawan sedang mengerjakan pekerjaannya adalah kondisi flow.

Csikszentmihalyi (1999) menjelaskan bahwa flow merupakan pengalaman positif yang individu rasakan saat terlibat penuh dalam suatu pekerjaan yang menyenangkan. Flow dapat dicapai apabila kesenangan dan kenikmatan melakukan aktivitas menimbulkan outotelic atau dorongan melakukan aktivitas secara intrinsik.

Nasrudin (2010) menjelaskan hasil kerja atau pencapaian kerja karyawan disebut kinerja karyawan. Mangkunegara (2005) menjelaskan bahwa kemampuan karyawan untuk menghadapi tantangan pekerjaan mempengaruhi kinerja yang dicapai. Karyawan dalam bekerja harus mampu menghadapi tantangan-tantangan tugas untuk mendapatkan hasil kerja yang baik.

Baca Juga: 9 Dimensi ini Bantu Kamu Rasakan FLow di Tempat Kerja
Csikszentmihalyi (1990) menjelaskan bahwa individu akan mendapati kondisi flow jika terjadi keseimbangan antara kemampuan dan tantangan aktivitas yang dihadapi. Kondisi kecemasan seperti stres kerja terjadi karena tantangan yang tinggi dan kemampuan rendah. Kondisi yang timbul ketika kemampuan tinggi dan tantangan rendah yaitu kebosanan.

Kondisi-kondisi yang dialami oleh karyawan saat bekerja akan mempengaruhi sikap dan perilaku kerja karyawan. Ali, dkk (2014) menemukan hasil penelitian mengenai kondisi stres kerja yang dialami oleh karyawan karena faktor utama seperti beban kerja yang tinggi dapat menurunkan kinerja karyawan.

Rivai dan Mulyadi (2010) menambahkan bahwa kebosanan pekerjaan yang berlaru-larut dan kurangnya rangsangan intelektual berpengaruh terhadap kurangnya produktivitas kerja.

Olusola (2011) mengemukakan hasil penelitian bahwa karyawan yang termotivasi secara intrinsik memiliki kinerja yang optimal, sebab karyawan akan terdorong oleh keinginan dari dalam diri untuk berprestasi.

Thomas (Robbins, 2006) menjelaskan bahwa motivasi intrinsik muncul dari kerja itu sendiri dan bukan faktor eksternal seperti gaji. Robbins (2006) menjelaskan bahwa individu yang benar-benar termotivasi secara intrinsik akan mendapatkan kondisi flow.

Csikszentmihalyi (Hill, 2004) menjelaskan bahwa tempat kerja dilaporkan lebih sering menimbulkan kondisi flow daripada di rumah, sebab saat bekerja individu akan memiliki tujuan yang jelas dan diberi umpan balik terhadap pekerjaannya melalui penilaian kinerja yang dilakukan oleh perusahaan.

Pencapaian tujuan saat bekerja memerlukan keterampilan atau kemampuan tinggi yang dibarengi konsentrasi, menikmati, dan motivasi sehingga individu bisa merasakan kondisi flow.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dengan sering mengalami kondisi flow, karyawan mendapat pengalaman positif yang membuat karyawan bekerja dengan konsentrasi penuh, menikmati, serta termotivasi secara intrinsik untuk memberikan kinerja atau hasil kerja yang baik.

Abd Wahid Zulfikar

Awezet merupakan implementasi keilmuan yang berusaha memberikan panduan dan informasi terkait perilaku sosial, psikologi dan pengembangan karir yang lahir dari semangat untuk terus berbagi informasi disekitar kita.

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.