MASIGNASUKAv101
6659691418091638551

Apa itu Hirarki Kebutuhan Maslow?

Apa itu Hirarki Kebutuhan Maslow?
Add Comments
01/10/19

5 Tingkat Hirarki Kebutuhan Maslow

Pernahkah kamu bertanya, apa sih yang memotivasi setiap perilaku kita? Teori hirarki kebutuhan dari Maslow adalah salah satu teori yang bisa menjelaskan pertanyanmu itu. Menurut Psikolog beraliran humanis, Abraham Maslow, tindakan kita di motivasi oleh suatu kebutuhan tertentu.

Konsep mengenai hirarki kebutuhan, pertama kali di perkenalkan oleh Maslow pada makalahnya di tahun 1943 “ A Theory of Human Motivation’ dan bukunya yang berjudul Motivation & Persoanality. Menurutnya, perilaku kita dimotivasi oleh kebutuhan dasar terlebih dahulu sebelum beralih pada kebutuhan lainnya.

Pada zamannya, orang-orang berfokus untuk memikirkan perilaku yang bermasalah, namun ia justru tertarik untuk mengetahui apa yang bisa membuat kita bahagia dan bagaimana cara yang dilakukan untuk mencapai itu.

Sebagi seorang beraliran humanis, Maslow percaya bahwa kita memiliki sebuah hasrat bawaan untuk di aktualisasikan. Namun, untuk mewujudkan itu, berbagai kebutuhan dasar lainnya harus lebih dulu terpenenuhi, seperti, kebutuhan akan makan, keamanan, cinta dan harga diri.

Ia menggambarkan bahwa ada lima tingkat hirarki kebutuhan menurut maslow. Mari kita cermati kelima hal tersebut, dimulai dari tingkat terendah, Kebutuhan fisiologis.

Kebutuhan dasar yang menjadi Lebih Kompleks

Hirarki kebutuhan maslow tampak seperti sebuah piramida, tingkat terendah pada piramida menjadi kebutuhan yang paling mendasar, puncaknya digambarkan sebagai sebuah kebutuhan yang lebih kompleks.

Kebutuhan yang paling mendasar berkaitang dengan kebutuhan fisik, seperti makan, air, tidur dan kehangatan.  Jika kebutuhan ini terpenuhi, barulah kita beralih pada tingkatan berikutnya yaitu Keselamatan dan Keamanan

Semakin kita berada pada tingkatan tertinggi pada piramida, kebutuhan itu akan menjadi semakin psikologis dan sosial, pada tingkatan itu, kebutuhan akan cinta, persahabatan dan keintiman menjadi hal yang penting.

Jika naik lebih jauh, maka kamu akan menemukan dirimu memprioritaskan membutuhkan sebuah penghargaan pribadi, dan perasaan pencapaian.

Sama halnya dengan Carl Rogers, Maslow juga menekankan pentingnya sebuah aktualisasi diri, yang merupakan proses tumbuh dan berkembang sebagai pribadi untuk mencapai potensi tertentu

Deficiency Needs vs. Growth Needs

Maslow meyakini bahwa kebutuhan yang telah di jelaskan mirip dengan naluri dan memainkan peran penting dalam memotivasi bagaimana perilaku kita. Memuaskan kebutuhan dasar adalah hal yang penting untuk menghindari perasaan atau konsekuensi yang tidak menyenangkan.

Maslow menyebut tingkat tertinggi pada piramida adalah kebutuhan untuk bertumbuh. Kebutuhan itu hadir bukan karena kita merasa kekurangan sesuatu, namun kebutuhan itu hadir dari keinginan untuk tumbuh sebagai pribadi.

Teori ini mungkin banyak digambarkan sebagai teori yang cukup kaku, namun maslow menjelaskan bahwa urutan terhadap pemenuhan itu tidak mesti mengikuti perkembangan standar. Misalnya, mungkin sebagian orang menganggap rasa aman adalah adalah kebutuhan yang lebih penting daripada kasih saying. Atau mungkin bagi sebagian orang, kebutuhan akan rasa saying dapat menutupi kebutuhan lainnya, bahkan yang lebih dasar.

Berikut Lima Hirarki Kebutuhan Menurut Maslow.

Kebutuhan Fisologis

Kebutuhan dasar mungkin sudah tampak dengan jelas, hal ini menyangkut keberlangsungan hidup kita, misalnya; Makan, air, pernafasan, kebutuhan akan makan dan tempat tinggal. Maslow juga memasukkan kebutuhan untuk reproduksi sosial pada tahapan ini karena dianggap sangat penting demi kelangsungan hidup, bener ngak? Bener dong.

Kebutuhan akan Rasa Aman

Setiap kali kita berada pada tingkatan yang lebih tinggi, kita berada pada kebutuhan yang juga lebih kompleks. Pada tahap ini, rasa aman adalah sebuah prioritas untuk kita. Kita tentunya menginginkan rasa tentram dalam hidup kita. Sehingga kebutuhan akan keselamatan dan keamanan akan berkontribusi pada perilaku kita.

Beberapa bentuk kebutuhan pada tingkat ini yaitu;
Keamanan keuangan, kesehatan, keamanan dari kecelakaan atau cedera. Memilih hidup dilingkungaan yang damai, menabung pada bank atau berinvestasi adalah sebuah tindakan yang dimotivasi oleh kebutuhan kita terhadap rasa aman.

Kebutuhan akan rasa aman dan kebutuhan fisiologis inilah yang kemudian menjadi kebutuhan dasar kita.

Kebutuhan Sosial

Kebutuhan sosial menurut maslow, meliputi kebutuhan akan rasa cinta, penerimaan dan rasa memiliki. Pada tingkatan ini, kebutuhan akan hubungan emosional menjadi pendorong perilaku kita, misalnya saja;

Pertemanan, Kedekatan secara romantic, Keluarga, Kelompok sosial atau masyarakat. Agar kita terhindar dari perasaan sedih, kesepian dan depresi, maka kita memerlukan adanya orang lain agar kita merasa dicintai dan diterima

Kebutuhan akan penghargaan.

Pada tingkatan ini, penghargaan dan rasa hormat mulai menjadi prioritas. Ketiga ketiga tingkatan sebelumnya telah terpenuhi. Maka kebutuhan ini pada tingkatan ini mulai memainkan perannya.

Pada tahap ini, sangat penting bagi kita mendpatkan penghargaan dan rasa hormat dari orang lain. Kita menginginkan apa yang telah kita kerjakan mendapatkan penghargaan dan pengakuan. Kebutuhan ini mencakup seperti harga diri dan nilai-nilai pribadi

Baca Juga: Bagaimana Optimisme Meningkatkan Kualitas Hidupmu

Tahap ini kira merasa orang lain memberikan penghargaan dan kita telah memberi kontribusi pada dunia. Misalnya saja, partisipasi kita dalam dunia professional kita, prestasi akademik, hobi atau apapun itu berperan dalam memenuhi kebutuhan kita akan penghargaan,

Orang-orang yang berhasil memenuhi kebutuhan ini, akan merasa yakin dengan kemampuan yang dia miliki, sementara mereka yang kurang percaya diri dan menghargai orang lain, akan mengembangkan perasaan rendah diri.

Kebutuhan Aktualisasi Diri

Pada kebutuhan puncak ini, “apa pun yang dapat dilakukan oleh manusia, ia harus lakukan”, hal ini merujuk pada kebutuhan kita untuk mencapai potensi tertinggi dalam diri kita sebagai manusia.

Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai pemberdayaan potensi yang kita miliki secara penuh. Orang yang berhasil mengaktualisasikan diri akan menjadi sadar diri, peduli dengan pertumbuhan pribadi, tidak begitu peduli dengan pendapat orang lain, dan memiliki ketertarikan penuh untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Kritikan Terhadap Teori Hirarki Maslow

Meski teori ini tampak popular dalam berbagai bidang, namun teori ini bukan tanpa kritik beberapa diantaranya.

Kebutuhan Tidak Perlu Mengikuti Hirarki

Mungkin ada banyak penelitinay yang menunjukkan dukungan pada teori ini namun sebagian besar penelitian lainnya justru belum bisa menguatkannya, Penelitian oleh Wahba dan Bridwell menunjukkan bahwa hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan teori ini berada dalam urutan hirarki.

Teori ini Sangat Sulit Untuk Dibuktikan

Tingkat puncak pada hirarki kebutuhan, aktualisasi diri adalah hal yang secara ilmiah sulit diuji. Banyak penelitian pada kasus ini hanya menggunakan sampel yang terbatas.

Mengapa Teori Hirarki Kebutuhan Maslow Sangat Berpengaruh?

Terlepas dari berbagai kritik, teori ini menjadi bagian dari perubahan penting dalam psikologi. Alih-alih berfokus pada perilaku abnormalitas, pesikolog humanis Braham maslowjustru difokuskan pada pengembangan individu yang sehat.

Terlepas dari itu semua, teori ini patut diakui sangat popular, penelitian dari University of Illinois (2011) yang menguji hirarki maslow, menemukan bahwa pemenuhan kebutuhan berhubungan dengan kebahagiaan dan kebutuhan akan aktualisaasi diri dan kasih saying adalah dua kebutuhan paling penting yang melebihi kebutuhan dasar.

Konsep ini dapat menjadi gambaran bagaimana perilaku kita dimotivasi tanpa harus memandang hirarki.
Abd Wahid Zulfikar

Awezet merupakan implementasi keilmuan yang berusaha memberikan panduan dan informasi terkait perilaku sosial, psikologi dan pengembangan karir yang lahir dari semangat untuk terus berbagi informasi disekitar kita.

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.