MASIGNASUKAv101
6659691418091638551

Kenapa Kita Bisa Lupa | Teori dan Faktor penyebab

Kenapa Kita Bisa Lupa | Teori dan Faktor penyebab
Add Comments
21/10/19

Teori lupa

King (2010:435) mengemukakan bahwa teori gangguan adalah kegagalan individu mengambil informasi bukan karena kehilangan memori dipenyimpanan, tetapi dikarenakan informasi menghambat individu mengingat. King (2010:437) mengemukakan bahwa terdapat dua gangguan, yaitu pertama gangguan proaktif adalah informasi yang pernah dipelajari individu, sehingga memengaruhi proses mengingat informasi baru. Kedua yaitu gangguan retroaktif adalah informasi baru menghambat informasi yang telah dipelajari. Solso, Maclin, dan Maclin (2008:221) mengemukakan bahwa gangguan retroaktif merupakan hambatan pengambilan memori lama akibat memori baru.
   
King (2010:436) mengemukakan bahwa faktor lain yang dapat membuat individu menjadi lupa yaitu decay. King (2010:436) mengemukakan bahwa teori decay adalah pembentuk jejak ingatan ketika individu mempelajari informasi baru, tetapi akan hilang seiring waktu berjalan. Solso, Maclin, dan Maclin (2008:221) mengemukakan bahwa teori decay adalah proses pemudaran memori seiring waktu berjalan dan akibat informasi dimemori jarang digunakan. 
 
Solso, Maclin, dan Maclin (2008:221) mengemukakan bahwa teori proaktif adalah proses peningkatan potensi individu menjadi lupa dikarenakan memori yang telah lama tersimpan. Bjork dan Whitten (Cowan dan AuBucon, 2008:234) mengemukakan bahwa waktu dapat menghambat individu mengambil informasi di memori. Schater (King, 2010:436) mengemukakan bahwa waktu yang lama akan membuat memori individu menjadi kabur.

Faktor penyebab lupa

King (2010:435) mengemukakan bahwa individu lupa dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu pertama kegagalan encoding adalah informasi tidak pernah dimasukkan ke dalam memori jangka panjang. King (2010:435) mengemukakan bahwa informasi tidak dapat masuk ke memori jangka panjang karena individu tidak memberikan kode pada informasi. Kedua yaitu kegagalan retrieval adalah masalah yang dialami individu saat mengambil informasi dimemori jangka panjang. King (2010:435) mengemukakan bahwa kegagalan individu mengambil informasi dikarenakan masalah informasi dipenyimpanan, efek waktu, alasan pribadi untuk tidak diingat, dan kondisi otak.
   
Solso, Maclin, dan Maclin (2008:222) mengemukakan kegagalan pengambilan informasi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu kelupaan disengaja dan represi. Kelupaan disengaja adalah represi disadari individu untuk menghindari pengalaman traumatik. Represi adalah tindakan yang dilakukan individu untuk mendorong pemikiran, memori dan perasaan mengancam keluar dari kesadaran. Freud (Solso, Maclin, & Maclin, 2008:221) mengemukakan bahwa represi dilakukan secara tidak sadar untuk melindungi ego.

Daftar Pustaka

Cowan, N., & AuBucon, A.M. (2008). Short-term memory loss over time without retroactive stimulus interference. Psychonomic Bulletin & Review, 15(1), 230-235. doi: 10.3758/PBR.15.1.230.

King, L. A. (2010). Psikologi umum sebuah pandangan apresiatif. (Terjemahan oleh B. Marwensdy). Jakarta: Salemba Humanika.

Solso, R., Maclin, O., & Maclin, M. K. (2008). Psikologi kognitif (ed. ke-8). (Terjemahan oleh M. Rahardanto dan K. Batuadji). Jakarta: Erlangga
Abd Wahid Zulfikar

Awezet merupakan implementasi keilmuan yang berusaha memberikan panduan dan informasi terkait perilaku sosial, psikologi dan pengembangan karir yang lahir dari semangat untuk terus berbagi informasi disekitar kita.

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.