MASIGNASUKAv101
6659691418091638551

Kesepian: Konsep, Sebab, dan Efek pada Kesehatan

Kesepian: Konsep, Sebab, dan Efek pada Kesehatan
Add Comments
16/10/19

Kesepian merupakan kondisi universal manusia, namun bersifat kompleks dan unik untuk tiap-tiap individu. karena kesepian tidak memiliki satu sebab umum, serta pencegahan dan perawatan dari kondisi pikiran yang berpotensi merusak ini dapat bervariasi secara dramatis.

Misalnya, seorang anak yang merasa sepi dan berusaha mendapat teman di sekolahnya akan memiliki kebutuhan berbeda dengan orang tua yang merasa sepi setelah ditinggal pergi oleh istrinya. Untuk memahami konsep kesepian, sangat penting untuk melihat lebih dekat apa yang dimaksud dalam istilah "sepi/kesepian". Juga berbagai penyebab, konsekuensi kesehatan, gejala, dan potensi perawatan untuk kesepian.

Apa Itu Kesepian?

Dalam pandangan umum dan awam, definisi kesepian (loneliness) digambarkan dengan kondisi kesunyian atau kesendirian, namun sebenarnya, kesepian lebih ke arah pada kondisi pikiran.

Kesepian (loneliness) menyebabkan orang akan merasa kosong, sendiri dan tak diharapkan. Orang-orang yang merasa kesepian sering kali mengharapkan kontak dengan orang lain, namun kondisi pikiran mereka membuatnya sulit untuk bentuk koneksi dengan yang lain.

Kesepian (loneliness), menurut para ahli, tidak selalu tentang kesendirian. Alih-alih, jika kta "merasa" sendiri dan terisolasi, maka seperti itulah kesepian bekerja dalam kondisi pikiran kita. Sebagai contoh, seorang mahasiswa baru perantau mungkin saja akan merasa kesepian, meskipun dikelilingi teman sekelas atau teman se-kos-an. Atau seorang tentara yang baru bertugas di perbatasan akan merasa kesepian, meskipun selalu dikelilingi oleh pasukan lainnya.

Apa Penyebab Kesepian?

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Dr. John Cacioppo, Tiffany dan Margaret Blake, guru besar juga pendiri dan direktur Center for Cognitive and Social Neuroscience at the University of Chicago, menjelaskan bahwa kesepian sangat terkait dengan genetik.

Faktor lain yang berpengaruh adalah kondisi situasional, seperti isolasi sosial, pindah ke tempat yang baru, dan perceraian. Kematian/kehilangan orang yang dirasa penting dalam hidup juga dapat mengarahkan pada perasaan kesepian. Sebagai tambahan, itu juga dapat menjadi sympton/gejala gangguan psikologis, seperti depresi.

Kesepian (loneliness) dapat juga dikaitkan dengan faktor internal, seperti rendahnya penghargaan diri (low self-esteem). Orang-orang yang kurang percaya pada diri mereka sendiri sering percaya kalau mereka tak layak untuk mendapat perhatian atau dianggap oleh orang lain. Hal itu yang menyebabkan isolasi diri dan merasa kesepian kronis.

Apa Saja Efek Kesepian?

Kesepian (loneliness) memiliki efek negatif yang luas, baik secara fisik maupun menta, yaitu:
- Depresi dan bunuh diri
- Masalah jantung dan stroke
- Meningkatkan level stres
- Menurunkan memori dan aktivitas belajar
- Perilaku anti sosial
- Pengambilan keputusan yang buruk
- Kecanduan alkohol dan penyalahguaan obat (narkotika)
- Mudah terkena Alzheimer
- Perubahan fungsi otak

Tidak hanya itu, orang-orang dewasa yang mengalami kesepian cenderung mengonsumsi alkohol lebih banyak dan melakukan aktivitas fisik lebih sedikit dibanding mereka yang tidak merasa kesepian. Orang-orang yang mengalami kesepian juga sulit dalam berdiet, mengalami tidur yang tidak efisien dan lebih jau, kesepian juga mengganggu regulasi proses seluler jauh di dalam tubuh, yang menyebabkan kita mengalami penuaan dini.

Apa yang Penelitian Temukan Terkait Kesepian?

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa rendahya level kesepian berkaitan dengan pernikah, pemasukan yang tinggi, dan tingkat pendidikan yang tinggi. Sementara tingkat kesepian yang tinggi terkait dengan gejala-gejala kesehatan fisik, hidup sendiri, jaringan sosial yang kecil, dan rendahnya kualitas hubungan sosial.

Mempunyai banyak teman dapat membatu melawan kesepian
Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa kesepian saat ini menjadi lebih umum di Amerika Serikat. Sejak 1985, jumlah masyarakat Amerika yang tidak memiliki teman dekat meningkat sebanyak tiga kali lipat. Munculnya internet dan ironisnya, media sosial, juga berperan akan hal tersebut.
Baca Juga: 4 Alasan Kamu Merasa Hampa
Para ahli percaya bahwa bukan kuantitas atau banyaknya interaksi sosial yang mampu melawan kesepian, namun kualitas.

Memiliki tiga atau empat orang teman dekat sudah cukup untuk melawan kesepian dan mengurangi konsekuensi negatif yang terkait dengan keadaan pikiran ini.

Kesepian dapat menular

Hasil sebuah penelitian menyebutkan bahwa perasaanmu sendiri sebenarnya dapat membuat orang lain disekiarmu juga merasa sepi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kesepian dapat menular layaknya batuk pada umumnya. ketika bakteri batuk ataupn flu meyebar bisa saja melalui jabat tangan, kesepian dapat menular pada kelompok orang melalui interaksi sosial yang negatif. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa orang-orang yang merasa kesepian kadang bersikap lebih pemalu, cemas, berperasangka buruk, dan mudah canggung dalam bersosial. Mereka juga cenderung memandang interaksi sosial secara berbeda, kadang melihat beberapa perilaku orang lain sebagai bentuk penolakan.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 5.000 orang partisipan yang diminta untuk mengisi kuesioner kesepian. Para partisipan memberikan riwayat medis dan menerima pemeriksaan fisik setiap dua tahun hingga empat tahun selama periode sepuluh tahun. Partisipan juga menunjukkan siapa teman dan kerabat mereka, dan banyak dari teman dan kerabat tersebut yang juga mengambil bagian dalam penelitian ini. Dengan melihat jejaring sosial para partisipan dan jumlah hari kesepian yang dialami setiap tahun, para peneliti dapat melihat bagaimana kesepian menyebar ke seluruh kelompok.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa:
- Rata-rata orang merasa kesepian selama 48 hari setiap tahun.
- 50% orang-orang lebih memungkinkan merasa kesepian jika seseorang yang dikenal secara   langsung juga mengalami kesepian.
- Wanita lebih banyak mengalami kesepian
- Kesepian lebih cenderung menular dalam jaringan sosial atau lingkup hubungan sosial wanita dibanding pria
- Kesepian lebih cenderung menular dalam lingkup pertemanan dibanding dalam keluarga.


Apa Yang Dilakukan Untuk Cegah dan Atasi Kesepian?

Di situasi saat ini, kita dapat dengan mudah merasa dan terkena dampak kesepian. Tapi, perasaan kesepian itu dapat diatasi dan dicegah. Hal tersebut membutuhkan usaha sadar dari diri kita untuk berubah. Membuat perubahan, dalam jangka panjang, dapat membuat kita lebih bahagia, lebih sehat, dan memungkinkan untuk mempengaruhi orang lain di sekitar kita dengan cara yang positif.


berikut beberapa cara untuk mencegah kesepian:

- Sadari bahwa perasaan kesepian merupakan tanda bahwa sesuatu butuh perubahan
- Paham akan efek kesepian dalam hidup, baik fisik maupun mental
- Pertimbangkan melakukan aktivitas pengabdian masyarakat atau kegiatan lain yang Anda sukai. Situasi ini menghadirkan peluang besar untuk bertemu orang-orang dan memupuk persahabatan baru dan interaksi sosial.
- Fokus pada peningkatan kualitas hubungan dengan orang-orang yang berbagi sikap, ketertarikan  dan nilai yang sama denganmu. Bergabung dalam sebuah komunitas tertentu misalnya.
- Berharaplah yang terbaik. Orang yang merasa kesepian sering mengharapkan penolakan, jadi fokuslah pada pikiran dan sikap positif dalam hubungan sosial Anda.

Catatan: Tulisan ini merupakan bentuk terjemahan bebas sesuai pemahaman penulis dari artikel berbahasa inggris lain. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca (yang membacanya). Jika ada yang ingin ditanyakan dan didiskusikan terkait tema tulisan ini, silahkan tuliskan di kolom komentar . Wassalam.


     Author              
Ahmad Fauzan  Husain

Abd Wahid Zulfikar

Awezet merupakan implementasi keilmuan yang berusaha memberikan panduan dan informasi terkait perilaku sosial, psikologi dan pengembangan karir yang lahir dari semangat untuk terus berbagi informasi disekitar kita.

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.