MASIGNASUKAv101
6659691418091638551

Mengenal Empat Konsep Kepribadian Menurut Galen: Melankolis, Plegmatis, Koleris dan Sanguinis

Mengenal Empat Konsep Kepribadian Menurut Galen: Melankolis, Plegmatis, Koleris dan Sanguinis
Add Comments
20/09/19

Konsep kepribadian seperti melankolis, plegmatis, koleris dan sanguinis adalah empat konsep kepribadian yang tentunya sudah sering kita dengar. Konsep ini pertama kali di kemukakan oleh Claudius Galenus, seorang filsuf dan dokter ahli bedah.

Claudius Galenus (129 SM) dikenal juga sebagai Galen of Pergamon yang merupakan anak dari Aelius Nicon. Ke empat konsep kepribadian tersebut berdasar pada teori humorism yunani kuno dari hipocrates yang berusaha menjelaskan bagaimana tubuh manusia bekerja.

Akar dari teory Humorism bermula dari Empedocles (453-495 SM) yang merupakan filsuf yunani dan meyakini bahwa segala yang ada di dunia ini dapat dijelaskan dari empat elemen dasar, yaitu Tanah dengan karakteristik dingin dan kering. Udara dengan karakteristik hangat dan basah, Api dengan karakteristik hangat dan kering serta air dengan karakteristik dingin dan basah.

Selanjutnya, Hipocrates (370-460 SM) yang dikenal sebagai bapak kedokteran mulai mengembangkan model pengobatan berdasarkan dari ke empat elemen tersebut yang dihubungkan dengan empat cairan yang ada pada diri manusia. Cairan itulah yang disebut sebagai “Humor”, berasal dari bahasa latin “umor” yang berarti cairan tubuh.

Baru pada dua ratus tahun setelah itu, Galen mulai mengembangkan teori Humorism tersebut menjadi sebuah kepribadian. Ia menemukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat “Humor” pada tubuh dan kecenderungan emosional dan perilaku atau biasa kita sebut dengan “Tempramen”

Ke empat tipe tempramen dari Galen itulah yang kita kenal dengan melankolis, plegmatis, koleris dan sanguinis yang didasarkan pada keseimbangan Humor dalam tubuh manusia.

Jika terdapat ketidak seimbangan pada “Humor” maka kepribadian tertuntu akan tampak mendominasi.

Seorang yang Melankolis (kelebihan empedu hitam) digambarkan sebagai seorang yang puitis, artistik, seorang yang perasa, serta mudah merasakan ketakutan dan kesedihan.

Plegmatis (memiliki banyak lendir) digambarkan sebagai seorang yang cenderung pendiam, baik hati, dingin dan berpikir rasional. Orang orang dengan tipe plegmatis juga digambarkan sebagi orang yang konsisten tetapi cenderung lambat dan pemalu.

Koleris (kelebihan cairan empedu kuning) digambarkan sebagai seorang yang energik, pemberani, tekun namun cenderung mudah untuk marah.

Sementara Sanguinis (memiliki banyak darah) digambarkan sebagai seorang yang ceria, bersahabat, percaya diri, optimis namun cenderung bersikap egois.

Ketidakseimbangan “Humor”

Galen percaya bahwa setiap individu telah dilahirkan dengan tempramen tertentu, namun permasalan tempramen itu diyakini disebabkan karena ketidak seimbangan humor, maka menurutnya hal itu dapat disembuhkan dengan mengatur pola makan dan berolahraga.

“eh kamu, makanya rajin olahraga dan menjaga pola makan ya..”
“ Apa yang kamu makan berarti akan mempengaruhi emosional dan perilakumu loh..”

Konsep Galen ini mendominasi dunia kesehatan hingga masa Renaisance, yang kemudian barulah pada 1543 SM, Anreas Vesalius yang merupakan seorang ahli kesehatan menemukan berbagai kesalahan pada penelitian Galen.

Teori yang dulunya dikemukakan oleh Galen dalam dunia medis pun mulai didiskreditkan, namun konsep tersebut masih tetap memberi pengaruh pada bidang psikologi hingga abad ke-20an.

Kemudian tahun 1947 Hans Eysenck menyimpulkan bahwa permasalahan tempramen lebih banyak didasari oleh permasalahn biologis ketimbang Humor.

Pada akhirnya konsep mengenai Humorism ini tidak lagi menjadi bagian dari ilmu psikologi.
Abd Wahid Zulfikar

Awezet merupakan implementasi keilmuan yang berusaha memberikan panduan dan informasi terkait perilaku sosial, psikologi dan pengembangan karir yang lahir dari semangat untuk terus berbagi informasi disekitar kita.

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.