MASIGNASUKAv101
6659691418091638551

Hukum Universal “Hysteria” Menurut Jean-Martin Charcot

Hukum Universal “Hysteria” Menurut Jean-Martin Charcot
Add Comments
21/09/19

“Hysteria” adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Jean-Martin Charcot untuk menggambarkan perilaku emosional yang ekstrim pada wanita, menurutnya, hal itu disebabkan oleh masalah Rahim.

Jean-Martin Charcot (1825–1893), dikenal sebagai seorang dokter berkebangsaan prancis yang memiliki ketertarikan pada hubungan antara psikologi dan fisiologi.

Charco, memperkenalkan “Hukum Histeria” setelah ia mengamati ribuan kasus hysteria di rumah sakit Salpêtrière di Paris. Ia meyakini bahwa hiysteria adalah kondisi seumur hidup yang diwariskan dan gejalanya dipicu oleh syok.

Gejalanya termasuk tertawa atau menangis secara berlebihan, gerakan atau liuk tubuh yang liar, pingsan, lumpuh, mengalami kejang-kejang hingga merasakan ketulian untuk sementara.

Pada tahun 1882, Charcot menyampaikan bahwa dalam keadaan “histeris”, orang di berbagai ras, Negara maupun zaman akan mengalami hal yang sama atau berlaku “universal”.

Charcot menyarankan bahwa kemiripan hysteria dan penyakit fisik mengharuskan adanya pengkajian terkait penyebab biologis, namun orang-orang pada zaman itu menolak gagasan yang ia berikan.

Pada akhirnya, seorang siswa Charcot, Sigmund Freud pada akhirnya diyakinkan bahwa “hysteria” adalah penyakit fisik, sekaligus membuatnya tergelitik. Ini adalah penyakit pertama yang dijelaskan Freud dalam teorinya tentang “Psikoanalisis”.

Abd Wahid Zulfikar

Awezet merupakan implementasi keilmuan yang berusaha memberikan panduan dan informasi terkait perilaku sosial, psikologi dan pengembangan karir yang lahir dari semangat untuk terus berbagi informasi disekitar kita.

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.