MASIGNASUKAv101
6659691418091638551

6 Cara Ini Bantu Kamu Membangun First Impression Yang Positif

6 Cara Ini Bantu Kamu Membangun First Impression Yang Positif
Add Comments
14/10/19
Pikirkan bahwa kamu punya waktu 10 menit untuk membentuk First Impression!

Pikirkan lagi.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa 5-10 detik pertama saat kamu bertemu seseorang adalah waktu dimana orang lain akan menangkap first impression yang kamu bangun.

First impression adalah upaya untuk menghadirkan kesan pada diri kita yang kemudian ditangkap oleh orang lain entah itu positif atau negatif.

Jadi, entah itu untuk suatu acara, pertemuan dengan rekan bisnis, atau pertemuan lainnya yang mungkin kamu hadiri dalam konteks professional, kamu harus bertindak dengan cepat untuk membangun kesan yang tepat.

Untuk mangadakan pertemuan yang hebat dan di ingat sembari memperkuat reputasimu, berikut beberapa kiat penting yang harus kamu ketahui:


1. Tersenyumlah


Ekspresi wajah sangatlah penting dalam membangun first Impression. Siapa yang tidak ingin dikaitkan dirinya dengan hal-hal positif?

Tersenyum disaaat pertama bertemu adalah hal yang penting.  Penelitian menyebutkan bahwa 48% dari semua orang amerika merasa bahwa senyuman adalah hal yang paling berkesan setelah pertemuan pertama seseorang.

Sambil tersenyum itu penting, bukan hanya membuat orang-orang disekitarmu merasa lebih nyaman, tetapi juga mampu mengurangi hormone stress yang dapat berdampak negative pada kesehatanmu. Tersenyum memiliki korelasi dengan umur yang panjang. Jadi, tersenyumlah.

2. Lakukan Jabat Tangan dengan Baik


Jabat tangan diterima secara international sebagai tanda kesopanan professional. Jabat tangan yang tepat akan membuatmu menjadi lebih percaya diri.

Berjabat tangan mungkin masih menjadi hal yang disepelekan tapi percayalah caramu berjabat tangan akan menunjukkan kesan tertentu tentang dirimu.
Baca Juga: 6 Cara Membangun Kesan Positif Lewat Jabat Tangan

3. Berkenalan


Kamu ingin 7 detik pertamamu saat bertemu seseorang menjadi lebih produktif,  perkenalan kecil adalah hal tepat yang dapat kamu lakukan.

Bahkan untuk sesuatu yang sepele seperti “senang bertemu deganmu” dapat menjadi kalimat ajaib untuk memecahkan ketegangan yang hadir. Jika kamu adalah orang yang sedikit sulit mengingat nama seseorang, menyebutkan namanya saat berkenalan adalah hal yang bisa kamu coba.

Tidak perlu begitu rumit, ketika kamu  terlibat sebuah kontak, “Hai, saya Zulfikar,” balas dengan sederhana “Senang bertemu denganmu, Zulfikar. Saya Yuma.” Alih-alih berkata “Hai, saya Yuma,” sebagai tanggapan.

4. Berbicaralah dengan Jelas

Banyak orang memiliki hal-hal positif untuk disampaikan namun tidak mampu menyampaikan itu dengan percaya diri.

Sayangnya, hal itu adalah cara yang tepat untuk membuatmu terabaikan. Sementara kamu  ingin membangun kesan yang positif dan membuat orang lain mendengarkan apa yang kamu sampaikan.

Jangan melakukan overcorrect atau berbicara terlalu keras, Penelitian menunjukkan bahwa berbicara dengan suara yang lebih dalam, dan lebih tenang memberikan kesan yang lebih serius.

5.Jangan Takut Melakukan Kontak Mata


Melakukan kontak mata akan menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan tertarik dengan apa yang lawan bicaramu sampaikan.

Kontak mata menunjukkan rasa hormatmu pada siapapun yang kamu temui. Hal itu juga menyampaikan ketertarikanmu dalam percakapan; begitupun memalingkan pandangan secara berlebihan menunjukkan bahwa kamu sedikit terganggu atau tidak menikmati percakatan yang sedang kamu lakukan.  Namun ingat jangan lakukan itu secara berlebihan karena hal itu justru memberikan konotasi yang negative.

6. Perhatikan Bahasa Tubuhmu


Jika kamu adalah seseorang yang suka gugup, sampai melakukan hal-hal aneh seperti menggaruk kepala saat bingung mau mengatakan apa, sebaiknya mulailah untuk mengontrol itu karena akan memberikan kesan yang negative

Satu hal yang menarik dalam ilmu psikologi: sebagian besar dari kita secara naluriah akan mencerminkan bahasa tubuh masing–masing.

Pikirkan tengang bagaimana sebuah senyuman dalam kelompok menular. Senyuman diantara teman-teman juga menular. Bahkan ada sebuah neuron yang mampu memengaruhi otak yang bertanggung jawab untuk mengenali dan membaca ekspresi wajah. Neuron ini menyebabkan reaksi “ Mirroring”

Sehingga, ketika orang lain melihatu tersenyum, neuron akan menyala dan menyebabkan mereka juga menanggapi dengan senyuman. “Mirroring” berjalan dua arah;  Isyarat yang kamu dapat dan pantulkan kembali kepada lawan bicaramu itu mengirimkan pesan non verbal yang membuat apa yang kamu rasa juga akan dirasakan oleh lawan bicaramu.

Penelitian menunjukan bahwa orang-orang dengan emosi yang sama cenderung akan saling percaya, terkoneksi, dan saling memahami.

Mirroring pada bahasa tubuh adalah ungkapan secara non-verbal bahwa “kita memiliki suatu kesamaan”.

ingatlah semua hal itu, dan coba lakukan dalan rutinitasmu.
Abd Wahid Zulfikar

Awezet merupakan implementasi keilmuan yang berusaha memberikan panduan dan informasi terkait perilaku sosial, psikologi dan pengembangan karir yang lahir dari semangat untuk terus berbagi informasi disekitar kita.

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.