MASIGNASUKAv101
6659691418091638551

10 Strategi untuk Mengatasi Ketakutan Akan Kegagalan pada Atlet Muda

10 Strategi untuk Mengatasi Ketakutan Akan Kegagalan pada Atlet Muda
Add Comments
27/07/18

"Takut gagal, dan rasa malu adalah hal  yang jarang dibahas, namun justru atlet muda sering mengalaminya"

Kamus Oxford mendefinisikan rasa takut sebagai "emosi yang tidak menyenangkan dan disebabkan oleh keyakinan bahwa seseorang atau sesuatu itu berbahaya, mungkin menyebabkan rasa sakit, atau ancaman." Dalam kasus olahraga para remaja, "rasa takut" umumnya tidak mengenai bahaya fisik, meskipun berkali-kali respon fisiologis mungkin benar-benar mencerminkan perasaan itu.

Apa yang menciptakan rasa takut akan kegagalan?

Umumnya, seseorang takut pada konsekuensi sebagai akibat dari kelakuan yang buruk, misalnya, kamu gagal mencetak gol, mengacaukan tembakan mudah, atau bahkan membiarkan lawan mencetak gol dibabak akhir sekaligus memupuskan harapan untuk menang. Dalam kasus ini, seseorang umumnya takut mengecewakan orang tua, pelatih, atau bahkan rekan tim mereka. begitupun denganmu yang juga mungin khawatir memalukan diri sendiri.

Seringkali, ketakutan yang kamu rasakan sebagai atlet muda didasarkan pada asumsi yang salah. kamu mungkin  menganggap bahwa rekan tim tidak menyukaimu jika melakukan kesalahan. mungkin juga kamu berpikir pelatih akan menyalahkanmu jika tidak meraih hasil maksilal.

Seseorang yang merasakan hal ini terkadang menempatkan banyak tekanan pada dirinya sendiri sehingga mereka akan merasakan banyak tekanan.  ini dengan cepat akan menyebabkan kepercayaan pada keterampilanmu akan menurun, yang pada gilirannya akan menurunkan performamu.

Ketika mengalami perasaan ini, sebagian besar atlet muda sepertimu akan berfokus pada hasil. mereka akan terus berfikir tentang masa depan, kemenangan, skor, hingga statistik mereka.

Para atlet muda mungkin khawatir tentang "apa-apa". Bagaimana jika saya kehilangan tujuan dan tim kami kalah? Bagaimana jika kami tidak mencetak gol, akankah saya kalah dalam kejuaraan?.

Pikiran-pikiran ini menciptakan "downward spiral" yang menghalangi para atlet memaksimalkan potensi yang sebenarnya mereka miliki. Kondisi tersebut dapat ditangani dengan menciptakan kesadaran dan menantang keyakinan yang membatasi.

Berikut 10 Strategi untuk meningkatkan mental para atlet muda. 

1. Create Self- Awarness

Apa penyebab utama ketakutan para atlet? apakah rasa malu, hina atau khawatir tentang masa depan? Menngetahui penyebab dari dari takut akan membantumu untuk menciptakan perubahan.


2. Identify the Negative Expectation

Identifikasilah ekspektasi negatif yang hadir dalam dirimu. Apa harapan atau "tujuan" berdasarkan ketakutanmu.

3. Challenge these Expectations

Setelah kamu mengidentifikasi apa yang kamu harapkan, tantanglah harapan-harapan itu. "Apakah kehilangan satu kemenangan benar-benar akhir dunia?"  " Akankah saya bertahan hidup?" "Apakah ini pemikiran yang rasional?"

4. Pick an Alterbative Focus

Pilihlah fokus alternatif. bersaing saat ini. buat sasaran "Proses", yang difokuskan pada tugas saat ini, Biarkan pikiran mengenai hasil potensial muncul dipikiran.

5. Have a Coping Plan

Ingatlah bahwa tidak ada yang namanya sempurna. Hal yang harus kamu perhatikan adalah mempersiapkan bagaimana kamu akan bereaksi terhadap kesulitan yang mungkin akan muncul selama kompetisi yang menuntut kamu memberi respon yang produktif. Misalnya setelah melakukan tembakan dan itu meleset, lupakan! tarik nafas lalu fokus pada permainan dan kesempatan lainnya yang mungkin akan hadir.


6. Trust Your Skills

Seorang atlet muda harus mencapai keunggulan dalam praktik meskipun harus dipahami bahwa terkadang mereka menjadi tidak sempurna saat tampil. Manusia rentan akan kesalahan. sesederhana itu. Dengan demikian, kamu harus bersenang-senang dan bereaksi dengan percaya diri selama kompetisi. terus fokus dengan memaksimalkan latihan yang telah dijalani.

7. Let GO of Mistakes

Kesalahan akan terjadi, atlet muda harus berkumpul kembali dan melanjutkan. Dalam pertandingan sepakbola, seorang Ronaldo atau Messi masih akan mengalami kegagalan saat melakukan tendangan pinalti. Para atlet harus berfikir "saya akan kembali melakukan yang terbaik hingga sisa pertandingan berakhir".

8. Be Accountable

Bertanggung jawablah. Ambil tanggung jawab atas usaha, sikap, dan permainan mental anta setiap saat. Karena hal ini adalah salah satunya yang anda bisa kendalikan.


9. Nobody is Perfect

Memahami bahwa tidak ada identitas atlet (Bahkan serang profesional elit) harus ditentukan sendiri oleh karir olahraga mereka. Manusia jauh lebih dari itu!

10. Have Fun!


Abd Wahid Zulfikar

Awezet merupakan implementasi keilmuan yang berusaha memberikan panduan dan informasi terkait perilaku sosial, psikologi dan pengembangan karir yang lahir dari semangat untuk terus berbagi informasi disekitar kita.

Semoga Bermanfaat..
Jangan lupa meninggalkan komentar ya.